Pada suatu hari yang tidak penting sama sekali, alkisah seorang jaka tarub yang tampan, berkulit mulus, bertubuh macho, dan berhidung mancung berhasil menembus jenjang pendidikan yang lebih tinggi di sebuah universitas yang namanya sudah dikenal khalayak.Universitas inilah tempat berkumpul para pendekar dari seantero negeri untuk menimba ilmu kanuragan.Berbagai macam orang dan budaya tumpah ruah dan berkumpul menjadi satu.

Dan di suatu hari yang lagi-lagi amat tidak penting, seorang bidadari berwajah teduh, seteduh awan cumulus yang mengapas menaungi siapapun, memutuskan untuk turun dari kahyangan.Tanpa sengaja Jaka Tarub dan sang bidadari bertemu di satu kesempatan selama dua triwulan untuk menerima ilmu yang diwariskan oleh salah seorang pendekar kawakan dari negeri sudan.
Pada detik-detik awal, tidak ada elektron maupun kumpulan foton yang bisa membuat sedikit kejut dan membangkitkan hasrat kelaki-lakian si Jaka.Namun, belum sampai setengah purnama akhirnya Jaka kesambet juga oleh setan alas yang datang dari dalam hutan dekat Mahallah Zubair.Setan itu mengaku bahwa dirinya bukan berasal dari sekte hitam maupun sekte putih, ia justru datang dari sekte yang tersembunyi dalam sejarah, sekte yang tidak pernah diketahui oleh siapapun, sekte yang terasing dalam gegap gempita dunia luar yang terlalu naif, sekte merah atau yang orang sebut sekte cinta.
Jaka kalap.Ia tak sanggup menahan kekuatan magis dan medan supranatural yang diakibatkan oleh infeksi virus setan alas.Jaka nyaris tak kuat menahan semua efek samping itu.Sampai suatu hari jaka mendapatkan ilham yang membuat adrenalinnya semakin membuncah.Ia harus mencari tahu siapa wujud dibalik wajah cahaya seterang senthir itu.
Jaka memulai penulusurannya dari dunia maya, dunia tempat ia biasa mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah, dari halal sampai haram, dari yang memusingkan sampai menegangkan.Sayang sungguh disayang, beta pulang berbekal arang.Semuanya nihil, dan tak ada kemajuan.Melihat kondisi pendekar sok macho itu, maka atas dasar rasa kasihan dan memelas, joko kembali mendapat kiriman ilham kilat khusus tentang sang bidadari.Ia ternyata bernama nawang wulan.

Berbekal nama itu, joko kembali merubuhkan jiwa keputusasaannya.Dia kembali mencari dan mencari tiada henti.Akhirnya dia banyak menemukan informasi berharga tentang nawang wulan.Ia adalah bidadari yang datang untuk belajar di padepokan engineering, tempat ia akan melatih jurus-jurus yang namanya terlalu asing untuk didengar.PCB, electrical circuit, Baud, VLSI, et cetera.Ayahnya dan kakaknya ternyata juga memiliki kekuatan turun-temurun dari nenek moyangnya, kekuatan setrum-menyetrum logika.Ayahnya adalah seorang sesepuh di perguruan silat yang lain.Letaknya tidak terlalu jauh dari perguruan tempat joko dan nawang wulan belajar.Sedangkan kakaknya merupakan pendekar tingkat lanjut yang sedang mengambil master degree pada cabang ilmu kanuragan yang sama.
Sampai akhirnya berita buruk itu datang juga.Joko mendengar bahwa nawang wulan akan kembali lagi ke kahyangan karena ada satu dan lain hal yang entah apa itu joko sendiri tak tahu.Duhai joko yang malang, ia terpaksa menahan untaian air mata yang terangkai indah menjulur keluar dari kelopak mata keranjangnya.Joko memutuskan untuk bersemedi semalam suntuk di dalam goa, dekat male sport complex.
Joko kembali mendapat secercah harapan.Ilham itu kembali datang, namun sayang, karena ukuran file-nya yang cukup besar membuat joko harus memakan waktu cukup lama untuk men-download-nya.Tiga hari tiga malam tanpa terpejam sedikitpun, ilham itu berhasil ia install di dalam otaknya.Ternyata ada satu hal yang bisa menunda kepergian sang nawang wulan, joko harus mencuri selendangnya.
Singkat cerita, kesempatan emas itu akhirnya datang juga.Saat sang nawang wulan terlengah, joko dengan mata elangnya dan wajah yang mendengus penuh ambisi ora mutu mencoba mencuri selendang sang nawang wulan.Eh, dasar nasib joko blegug bin goblok, dia baru sadar kalau sang dewi tidak punya selendang, karena joko-pun baru sadar kalau sang dewi itu bukan orang jawa.
Dewi fortuna nampaknya enggan menghampiri kehidupan Joko.Sudah purnama ketiga ia kembali menangis berderai-derai tanpa makna.Sang nawang wulan akan kembali, kembali ke rumah dia berasal.Kembali berkumpul bersama sanak saudaranya.Dan firasat buruk itu datang ke relung hati joko, nawang wulan mungkin sudah dijodohkan dengan pangeran dari negeri di atas gendheng.Aduhai setan, jancuk tenan dunia ini.Joko merasa menjadi seperti manusia tanpa arti yang hanya diciptakan untuk sekedar penggenap populasi dunia yang makin sesek.
Tetapi keesokan harinya nawang wulan tetap terlihat di padepokan persilatan ini bersama sang kakak.Joko mengernyitkan kening, pertanda pura-pura goblok dan tak tahu.Setelah usut sana usut sini, joko bisa kembali merasakan kebahagiaan memandang wajah sang nawang wulan untuk beberapa saat.
Ternyata sang bidadari membatalkan rencananya untuk pulang ke kahyangan.Bukan karena maskapai penerbangan langganannya sudah pailit atau karena tarif tiket yang terlalu mahal, tapi karena kahyangannya sedang dilanda perang yang masih belum sanggup dihentikan oleh waktu, sampai hari ini.