Juni 16, 2008

Ahmad Mossadeq dan Pakistan

Akhtar diduga sebagai milisi Al-Qiadah yang terlibat dalam pemboman dalam parade penyambutan kepulangan Benazir di Karachi pada Oktober tahun lalu. Benazir selamat, tapi serangan itu menewaskan 139 orang. Benazir menuduh Akhtar terlibat dalam serangan itu.

Ahmad Mossadeq buka cabang di Pakistan ? Jangan-jangan ini ahmadiyah jilid terbaru … ?!!!

*ah, mungkin cuma jari saja yang kepleset mbah.masih lebih baik, daripada lidah yang keclethot*

dicuplik dari sini : http://tempointeraktif.com/read.php?NyJ=cmVhZA==&MnYj=MTI1NjUw

Juni 12, 2008

Kejadian tidak lucu hari ini

  1. Kejadian Pertama : Pagi-pagi di saat djigong dan bau mulut belum hilang dari sangkarnya, saya menerima sms dari roommate sekamar yang menginfokan kalau dibuka kounter untuk pembelian mobile number X-PAX university edition.Perlu diketahui layanan ini dipersembahkan oleh celcom malaysia khusus untuk para mahasiswa.Banyak keuntungan yang bisa didapat, disamping tarif yang murah meriah tentunya, asal dengan syarat masih menjadi mahasiswa dan berusia di bawah 25 tahun, dibuktikan dengan menunjukkan IC atau passport.Nah setelah selesai membantu kawan dari senegal yang ruwet menyusun presentasi untuk bahasa melayu, sekitar pukul 12.45 saya cabut juga dari kamar untuk pergi ke kantin EDU, apalagi kalau bukan untuk sarapan pagi.Lepas sarapan, karena sudah kadung adzan dhuhur ya diputuskan secara aklamasi untuk menyegerakan sholat terlebih dahulu.Setelah leyeh-leyeh di masjid sesudah sholat, karena jarum pendek sudah bergerak ke angka 2 saya ditemani kawan bergegas untuk pergi ke tempat fotokopi double AA, di bagian belakang masjid.Di sinilah kejadian itu bermula.Saat saya berikan passport ke si mbak penjaga fotokopi, dia sedikit mlongo melihat saya.Apa lacur ? mungkin karena dia lihat logo garuda pancasila di passport tetapi yang ada di depannya bukan sesosok pria berwajah garuda pancasila, tapi pria yang tekstur dan kontur wajahnya lebih mirip onta padang pasir (wanjrit !).Bukan sekali itu dia lihat, ketika dia berjalan ke mesin fotokopi-pun, dia masih terlihat setengah percaya dengan pria yang baru saja dihadapi olehnya.Eh, mungkin karena masih belum puas juga, saat dia mengembalikan passport itu dia lagi-lagi masih melihat wajah saya dengan pose setengah melotot dan setengah hidup.Bahkan, saat saya sudah melepaskan diri dari cengkeraman toko fotokopi itu, saat kawan saya menengok ke belakang dia masih menatap kami berdua dengan tatapan gadis yang hendak ditinggal sang kekasih untuk ribuan tahun.Haduh, ternyata buah jeruk berbiji kurma tetap saja bikin orang tak percaya, padahal tak ada yang tak mungkin di dunia ini.Anda percaya?
  2. Kejadian kedua : Selesai kejadian di tempat fotokopi penuh kenangan itu, kami berdua berjalan menuju ke kounter tempat penjualan.Di situ sudah ngantri beberapa orang yang berkerumun, persis kayak nonton kethek ogleng.Tanpa tanya ini itu saya langsung saja minta formulir untuk diisi.Selesai mengisi formulir, saya kembalikan kertasnya ke sang penjual.Setelah dia menyelesaikan segala urusan, dari mulai tempel stiker dan pengecekan aktivasi nomor, dia menyodorkan paket nomor itu ke saya.Langsung saja tekambil duit RM 50 di dompet.Pas saya sodorkan ke yang bersangkutan, dia bukannya menerima malah melototin duit di tangan saya dengan pandangan tak percaya lagi.Dia sama sekali tidak menyentuh uangnya, malah nyolek lelaki yang ada di sebelahnya yang sedang duduk melayani pembeli yang lain.Si wanita kemudian tanya ke lelaki itu, “wang ape ni ?”.Si lelaki bukannya menjawab malah ikut ndomblong dengan mengukir bibirnya membentuk lingkaran yang cukup besar untuk dimasuki seekor lalat ditambah dengan gelengan kepala kiri-kanan.Saya hanya bisa tersenyum dengan gaya nyengir onta sambil berkata dalam hati “heh, fool citizens !” .Si lelaki, akhirnya bertanya pada pembeli yang tadi baru saja ditinggalkan oleh dirinya “ini wang baru kerrr ?” dan tanpa ayal sang pembeli itu juga menjawab pertanyaan bodoh itu dengan jawaban cerdas, singkat, padat, dan jelas … “Iya lah tuuu”.Dan sebagai perbandingan, inilah gambar uang RM 50 versi lama (atas) dengan versi yang baru (bawah) :

Akhirnya, marilah kita tutup cerita tak penting ini dengan bacaan hamdalah …


Alhamdulillahirobbil’aalamin

Juni 10, 2008

Jaka Tarub (Nggedebus Version)

Pada suatu hari yang tidak penting sama sekali, alkisah seorang jaka tarub yang tampan, berkulit mulus, bertubuh macho, dan berhidung mancung berhasil menembus jenjang pendidikan yang lebih tinggi di sebuah universitas yang namanya sudah dikenal khalayak.Universitas inilah tempat berkumpul para pendekar dari seantero negeri untuk menimba ilmu kanuragan.Berbagai macam orang dan budaya tumpah ruah dan berkumpul menjadi satu.

Dan di suatu hari yang lagi-lagi amat tidak penting, seorang bidadari berwajah teduh, seteduh awan cumulus yang mengapas menaungi siapapun, memutuskan untuk turun dari kahyangan.Tanpa sengaja Jaka Tarub dan sang bidadari bertemu di satu kesempatan selama dua triwulan untuk menerima ilmu yang diwariskan oleh salah seorang pendekar kawakan dari negeri sudan.

Pada detik-detik awal, tidak ada elektron maupun kumpulan foton yang bisa membuat sedikit kejut dan membangkitkan hasrat kelaki-lakian si Jaka.Namun, belum sampai setengah purnama akhirnya Jaka kesambet juga oleh setan alas yang datang dari dalam hutan dekat Mahallah Zubair.Setan itu mengaku bahwa dirinya bukan berasal dari sekte hitam maupun sekte putih, ia justru datang dari sekte yang tersembunyi dalam sejarah, sekte yang tidak pernah diketahui oleh siapapun, sekte yang terasing dalam gegap gempita dunia luar yang terlalu naif, sekte merah atau yang orang sebut sekte cinta.

Jaka kalap.Ia tak sanggup menahan kekuatan magis dan medan supranatural yang diakibatkan oleh infeksi virus setan alas.Jaka nyaris tak kuat menahan semua efek samping itu.Sampai suatu hari jaka mendapatkan ilham yang membuat adrenalinnya semakin membuncah.Ia harus mencari tahu siapa wujud dibalik wajah cahaya seterang senthir itu.

Jaka memulai penulusurannya dari dunia maya, dunia tempat ia biasa mendapatkan segala sesuatunya dengan mudah, dari halal sampai haram, dari yang memusingkan sampai menegangkan.Sayang sungguh disayang, beta pulang berbekal arang.Semuanya nihil, dan tak ada kemajuan.Melihat kondisi pendekar sok macho itu, maka atas dasar rasa kasihan dan memelas, joko kembali mendapat kiriman ilham kilat khusus tentang sang bidadari.Ia ternyata bernama nawang wulan.

Berbekal nama itu, joko kembali merubuhkan jiwa keputusasaannya.Dia kembali mencari dan mencari tiada henti.Akhirnya dia banyak menemukan informasi berharga tentang nawang wulan.Ia adalah bidadari yang datang untuk belajar di padepokan engineering, tempat ia akan melatih jurus-jurus yang namanya terlalu asing untuk didengar.PCB, electrical circuit, Baud, VLSI, et cetera.Ayahnya dan kakaknya ternyata juga memiliki kekuatan turun-temurun dari nenek moyangnya, kekuatan setrum-menyetrum logika.Ayahnya adalah seorang sesepuh di perguruan silat yang lain.Letaknya tidak terlalu jauh dari perguruan tempat joko dan nawang wulan belajar.Sedangkan kakaknya merupakan pendekar tingkat lanjut yang sedang mengambil master degree pada cabang ilmu kanuragan yang sama.

Sampai akhirnya berita buruk itu datang juga.Joko mendengar bahwa nawang wulan akan kembali lagi ke kahyangan karena ada satu dan lain hal yang entah apa itu joko sendiri tak tahu.Duhai joko yang malang, ia terpaksa menahan untaian air mata yang terangkai indah menjulur keluar dari kelopak mata keranjangnya.Joko memutuskan untuk bersemedi semalam suntuk di dalam goa, dekat male sport complex.

Joko kembali mendapat secercah harapan.Ilham itu kembali datang, namun sayang, karena ukuran file-nya yang cukup besar membuat joko harus memakan waktu cukup lama untuk men-download-nya.Tiga hari tiga malam tanpa terpejam sedikitpun, ilham itu berhasil ia install di dalam otaknya.Ternyata ada satu hal yang bisa menunda kepergian sang nawang wulan, joko harus mencuri selendangnya.

Singkat cerita, kesempatan emas itu akhirnya datang juga.Saat sang nawang wulan terlengah, joko dengan mata elangnya dan wajah yang mendengus penuh ambisi ora mutu mencoba mencuri selendang sang nawang wulan.Eh, dasar nasib joko blegug bin goblok, dia baru sadar kalau sang dewi tidak punya selendang, karena joko-pun baru sadar kalau sang dewi itu bukan orang jawa.

Dewi fortuna nampaknya enggan menghampiri kehidupan Joko.Sudah purnama ketiga ia kembali menangis berderai-derai tanpa makna.Sang nawang wulan akan kembali, kembali ke rumah dia berasal.Kembali berkumpul bersama sanak saudaranya.Dan firasat buruk itu datang ke relung hati joko, nawang wulan mungkin sudah dijodohkan dengan pangeran dari negeri di atas gendheng.Aduhai setan, jancuk tenan dunia ini.Joko merasa menjadi seperti manusia tanpa arti yang hanya diciptakan untuk sekedar penggenap populasi dunia yang makin sesek.

Tetapi keesokan harinya nawang wulan tetap terlihat di padepokan persilatan ini bersama sang kakak.Joko mengernyitkan kening, pertanda pura-pura goblok dan tak tahu.Setelah usut sana usut sini, joko bisa kembali merasakan kebahagiaan memandang wajah sang nawang wulan untuk beberapa saat.

Ternyata sang bidadari membatalkan rencananya untuk pulang ke kahyangan.Bukan karena maskapai penerbangan langganannya sudah pailit atau karena tarif tiket yang terlalu mahal, tapi karena kahyangannya sedang dilanda perang yang masih belum sanggup dihentikan oleh waktu, sampai hari ini.

Juni 9, 2008

Satria Piningit itu Pulang

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komandan Laskar Pembela Islam, Munarman, yang sepekan terakhir menjadi buronan menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Ia datang ke gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum sekitar pukul 19.50, dan disusul sejumlah pengacaranya.

“Saya datang untuk membuktikan saya bukan pengecut,” kata Munarman kepada wartawan yang merubung, saat dia memasuki gedung Direktorat, Senin (9/6) malam. Dia memakai kaus polo dan bertopi putih.

Munarman saat ini tengah menunggu pemeriksaan di ruangan Satuan Keamanan Negara. “Munarman menepati janjinya. Setelah Surat Keputusan Bersama soal Ahmadiyah dikeluarkan, ia menyerah,” kata Syamsul Bahri Radjam. Ibnu Rusydi

Sayang semuanya sangat cepat.Titik puncak dari klimaks telenovela made in FPI harus segera turun, bukan lagi dengan landai, tapi ia terjun dari kemiringan yang amat curam.Satria Piningit itu telah kembali, kembali ke padepokan tempat ia harus meningkatkan ilmu kanuragannya.Ia harus sesegera mungkin menguasai berbagai jurus, dari mulai rogoh sukmo, rogoh jagad, dan rogoh kocek tentunya.

Lagipula leher ini sudah terlalu sering methentheng membaca laju berita tentang kekerasan yang mengeraskan urat saraf.Mungkin saya harus pijet, tapi dimana nyari tukang urut handal di malaysia ?