Mei 12, 2008...10:37 am

Pendidik tak mendidik

Jump to Comments

Ini bukan cerita seorang guru atau yang benar-benar guru, cuma cerita seorang yang diminta berpura-pura jadi seorang guru.Tentu saja karena diminta secara baik-baik ya harus diterima dan dilaksanakan dengan baik pula.Tapi ternyata patokan baiknya itu sudah njomplang berbeda arti.Lantas harus gimana si guru ?

Muridnya minta hasilnya mateng-mateng, tanpa pengen tahu gimana proses menanamnya, perawatan, antisipasi hama, dan cara memanennya.Dan juga tidak mau tahu beda proses yang efektif dan efisien dengan tidak memakan resource secara sia-sia.Lantas haruskah si guru memberikan apa yang murid minta ?

Kalau seandainya “Ya”, itu sudah jelas-jelas melanggar kode etik dunia pendidikan internasional (pret!).Ya jelaslah, Lha wong jelas-jelas gak mendidik kok malah masih dilakoni bae.Repotnya,filsafat digugu lan ditiru menjadi sekedar simbol kelas bawang yang sekedar label tanpa punya nilai intrinsik.Tapi kalo “Ndak” ya rebyeg lagi urusannya, apalagi kalo si murid sampe ngambek muncu-muncu, persis lambe enthog (ha ha ha).

Kalo memang akhir ceritanya jadi begitu yo wis, cari saja orang lain.Terus terang saja, kata si guru, dia sama sekali gak sanggup, dan tidak tega tentunya.

Tinggalkan Balasan